Atas Kehendak Tuhan, Mendung Meneteskan Hujan


*gambar hanya hiasan
diambil oleh seorang teman dan di dalamnya ada 3 teman yang sedang berpose sok tampan
diambil saat perjalanan menuju malang, sedang mendung tapi tidak hujan. 
Bilur makin terhampar dalam rangkuman asa
Kalimat hilang makna logika tak berdaya
Di tepian nestapa hasrat terbungkam sunyi
Entah aku pengecut atau kau tidak peka

Di atas merupakan sepotong syair lagu dari seorang musisi yang dicintai sebagian besar kaum senja. Apa kamu dapat merasakan keindahan gaya bahasanya ?
Semua itu menurutku tergantung, tergantung seberapa besar kamu memahami apa yang kamu lihat, dengar dan rasakan. Juga tergantung seberapa luas kapasitasmu untuk merasakannya.
Apa kamu paham ?
Benar, keindahan akan dapat kita rasakan apabila kita punya ilmu untuk merasakannya.
Sama halnya dengan lukisan abstrak tak berbentuk. Akan ada manusia yang berkata, gambar opo iki ora genah. Dan juga akan ada yang berkata, wah indah sekali lukisan ini. Oke mantap.
Dan beberapa kalimat di atas adalah opiniku.
Dapatkah kamu merasakannya ? Kalau tidak tak apa, cukuplah untuk menikmatinya.

Saat musim hujan, mendadak kepalaku menginginkan agar jari jariku memencet tombol tombol keybord laptop untuk menuliskan apa yang ingin 'ia' tulis. Mungkin bak superhero, hujan adalah kekuatanku, kekuatanku akan muncul saat hujan turun, kalau musim kemarau kembali menjadi manusia biasa. Opo to gok!!!

Hujan pagi ini yang memicuku untuk memulai menulis. Dan guyurannya membasahiku, seolah sengaja jatuh untuk memandikanku, yang baunya tidak patut untuk ditulis.

Saat masih sekolah, hujan di pagi hari menjadi momen yang menjengkelkan sekaligus asik untuk dihadapi. Bayangkan sendirilah, malas untuk berpikir menjelaskannya. Maaf.

Dan Tuhan akan selalu memberikan yang terbaik untuk siapapun yang mendekatkan diri.
Kemarau atau penghujan, keduanya punya arti masing masing.
Lalu, tidak ada pilihan yang benar benar sempurna.
Saat kamu memlih hujan, maka hangatnya mentari tidak akan kamu dapatkan.
Dan jika memilih kemarau, maka sejuknya hujan tidak pula kamu rasakan.
Masing masing pilihan diserahkan padamu, bagaimana caramu memandang.

Suatu hari Tuhan menghendaki kempesnya ban motormu di tengah jalan, menuju sekolah dalam keadaan hujan.
Dan pada saat itu, jam pertama pelajaran akan diisi oleh Ibu Guru cantik yang sedikit kejam.
Tidak dipungkiri, sebagai seorang manusia, diri akan jengkel dengan keadaan.
Namun, tidak ada yang tahu. Siapa tahu Tuhan sedang menyelamatkan kita dibalik sebuah peristiwa yang tidak mengenakkan. Cobalah untuk berperasangka baik kepada Tuhan.
Karena sejatinya ketenangan datangnya dari Tuhan.

Sudah, sedikit saja. Aku tahu, membaca adalah hal yang lumayan membosankan.
Maafkan diri ini, sebagian paragraf di dalam tulisan tidak saling berhubungan seperti dirimu dan mantan pacarmu yang beberapa bulan lalu sudah kau tinggalkan, tidak saling berhubungan.


6 Juni 2020
Hormat Grak kepada Ir.Soekarno, Kusno Sosro Diharjo.
Hormat dan kagum dengan beliau.
Oleh bapakku, sebuah pigora besar berfotokan beliau dipajang di ruang tengah,
bahkan lebih besar dari foto keluarga.
Semoga beliau ditempatkan di surga-Nya.

Komentar

Posting Komentar